Selasa, 11 Desember 2012

100 Hari Tanda-tanda Kematian Manusia



Tanda-tanda Kematian. Kematian adalah hal yang sudah pasti akan di alami setiap makhluk hidup, termasuk manusia. Tidak ada satu orang pun yang dapat menghindari kematian. Benarkah sebelum orang mati/meninggal akan mengalami tanda-tanda tertentu? atau tanda tanda kematian. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa kematian (Mati) merupakan salah satu Rahasia Allah SWT.

Berikut adalah tanda-tanda kematian seseorang (100 hari menjelang kematian) seperti yang dilansir 4umer.

H -100

H -40

H -7

H -3

H -1

Tanda Akhir

Tanda-tanda Kematian H -100

Ini adalah tanda pertama dari ALLAH SWT kepada hambanya dan hanya akan di sadari oleh mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang islam akan mendapat tanda ini hanya saja mereka menyadari atau tidak. Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu ashar, seluruh tubuh yaitu dari ujung rambut hingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan menggigil, contohnya seperti daging lembu yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati daging tersebut seakan -akan bergetar…… Tanda ini rasanya nikmat dan bagi mereka yang sadar dan berdetik dihati bahwa mungkin ini adalah tanda mati, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan keha! diran tanda ini.

Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa sembarang manfaat. Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini, maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati

Tanda-tanda Kematian H -40

Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu ashar, bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya diatas arash ALLAH SWT, maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mulai mengikuti kita sepanjang masa. Akan terjadi malaikat maut ini memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan- akan bingung seketika.

Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

Tanda-tanda Kematian H -7

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesaktian dimana orang sakit yang tidak makan, secara tiba-tiba ia berselera untuk makan…

Tanda-tanda Kematian H -3

Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri, jika tanda ini dapat dikesan maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti…. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi…

Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan Beransur- ansur masuk ke dalam… Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakan…

Tanda-tanda Kematian H -1

Akan berlaku sesudah ashar dimana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di kawasan ubun-ubun

dimana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu ahsar keesokan harinya

Tanda-tanda Kematian (Tanda Akhir)

Akan terjadi keadaan dimana kita akan merasakan sejuk dibahagian pusat dan rasa itu akan turun kepinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian Halkum… Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimat SYAHADAT dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada ALLAH SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula…

Baginda Rasullullah S.A.W bersabda :
“Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai ke lutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka

keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu.”

Sambung Rasullullah S.A.W. lagi:
“Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibril A.S. akan menebarkan sayapnya yang disebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada disekelilinginya. Ini adalah kerana sangat rindunya pada syurga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibril A.S.” Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibril A.S. akan menebarkan sayap disebelah kiri. Maka orang yang nazak tu dapat melihat kedudukannya di neraka dan dalam masa itu orang itu tidak lagi melihat orang di sekelilinginya. Ini adalah kerana terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya.

Dari sebuah hadis bahwa apabila Allah S.W.T. menghendaki seorang mukmin itu dicabut nyawanya maka datanglah malaikat maut. Apabila malaikat maut hendak mencabut roh orang mukmin itu dari arah mulut maka keluarlah zikir dari mulut orang mukmin itu dengan berkata: “Tidak ada jalan bagimu mencabut roh orang ini melalui jalan ini kerana orang ini sentiasa menjadikan lidahnya berzikir kepada Allah S.W.T.”

Setelah malaikat maut mendengar penjelasan itu, maka dia pun kembali kepada Allah S.W.T. dan menjelaskan apa yang diucapkan oleh lidah orang mukmin itu. Lalu Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud: “Wahai malaikat maut, kamu cabutlah ruhnya dari arah lain.”

Sebaik saja malaikat maut mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut pun cuba mencabut roh orang mukmin dari arah tangan. Tapi keluarlah sedekah dari arah tangan orang mukmin itu, keluarlah usapan kepala anak-anak yatim dan keluar penulisan ilmu.

Maka berkata tangan : Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut roh orang mukmin dari arah ini, tangan ini telah mengeluarkan sedekah, tangan ini mengusap kepala anak-anak yatim dan tangan ini menulis ilmu pengetahuan.” Oleh kerana malaikat maut gagal untuk mencabut roh orang mukmin dari arah tangan maka malaikat maut cuba pula dari arah kaki. Malangnya

malaikat maut juga gagal melakukan sebab kaki berkata: “Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana kaki ini sentiasa berjalan berulang alik mengerjakan solat dengan berjemaah dan kaki ini juga berjalan menghadiri majlis-majlis ilmu.”

Apabila gagal malaikat maut, mencabut roh orang mukmin dari arah kaki, maka malaikat maut cuba pula dari arah telinga. Sebaik saja malaikat maut menghampiri telinga maka telinga pun berkata:”Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana telinga ini sentiasa mendengar bacaan Al-Quran dan zikir.”

Akhir sekali malaikat maut cuba mencabut orang mukmin dari arah mata tetapi baru saja hendak menghampiri mata maka berkata mata:”Tidak ada jalan bagimu dari arah ini sebab mata ini sentiasa melihat beberapa mushaf dan kitab-kitab dan mata ini sentiasa menangis kerana takutkan Allah.”Setelah gagal maka malaikat maut kembali kepada Allah S.W.T.

Kemudian Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud : “Wahai malaikatKu, tulis AsmaKu ditelapak tanganmu dan tunjukkan kepada roh orang yang beriman itu.” Sebaik saja mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut menghampiri roh orang itu dan menunjukkan Asma Allah S.W.T. Sebaik saja melihat Asma Allah dan cintanya kepada Allah S.W.T maka keluarlah roh tersebut dari arah mulut dengan tenang.

Dari sekian banyak tanda-tanda kematian seperti yang dijelaskan di atas, semoga membuat kita semua akan selalu ingat mati. Karena sesungguhnya mengingat mati itu adalah Bijak.

Refferensi:

http://ippmassi.4umer.com/t513-tanda-tanda-kematian

Esensi Puasa

 Puasa ibaratkan sebuah latihan atau pendidikan bagi jiwa. Shaum juga ternyata merupakan metode terapi penyakit kejiwaan dan penyakit fisik. Puasa berfungsi sebagai pengontrol sarana untuk mencegah sikap dan tingkah laku kita yang tidak terpuji. Puasa mampu menjaga ruh, hati, dan tubuh dari segala macam penyakit.

Dalam pandangan agama, puasa dapat dijadikan sarana untuk lebih bertakarub kepada Allah. Sedangkan, secara psikologis, puasa erat kaitannya dengan kesehatan mental karena dapat dijadikan kontrol yang dapat mencegah kita dari sikap keji dan mungkar. Puasa juga dapat digunakan untuk melepaskan diri dari perasaan bersalah dan dosa serta dari perasaan depresi atau penyakit kejiwaan lainnya.

Puasa merupakan salah satu perintah dari Allah, tetapi puasa besar manfaatnya sebagai pengendalian diri. Pengendalian akan mengantarkan manusia pada kebebasan berperilaku di luar “kebiasaan” yang membatasi sikap kita supaya tidak berlebihan. Kebutuhan fisik maupun psikis manusia harus dapat dikendalikan atau dibatasi selama berpuasa. Hal itu akan terasa berat bagi orang yang belum terbiasa. Namun, berpuasa akan terasa ringan dengan latihan dan pembiasaan.

Selan itu, puasa dapat melatih kesabaran. Itu karena orang yang berpuasa akan dapat mengendalikan diri. Emosi yang ada dalam diri dapat diatur melalui berpuasa. Hal itu dapat membuat hidup kita lebih matang, konsisten, dan jujur. Puasa juga dapat mengusir kesedihan, melahirkan rasa empati, dan dapat memberikan kenikmatan ruhiyah serta ketenangan. Puasa dilakukan untuk mendapatkan keridaan Allah. Jika motivasi puasa tersebut dilakukan sematamata karena Allah, mereka akan melaksanakannya tanpa beban.

Puasa sekaligus berfungsi sebagai kontrol dan pencegahan untuk melakukan tindakan yang dilarang. Nafsu dapat dikekang dan dikendalikan dengan pendidikan dan pelatihan sejak dini, sedangkan jika masih timbul keraguan, permasalahan tersebut dapat dikembalikan sesuai dengan Alquran dan hadis. Sebagai contoh, hubungan seksual bebas (free sex) itu ada dan banyak yang melakukannya, namun dalam agama Islam tidak diperbolehkan.

Ajaran moral
Menurut Psikolog Universitas Indonesia (UI) Dadang Hawari, pesan puasa secara moral mengajarkan kita supaya dapat berbuat baik, tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga dapat mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar.

Sebagaimana apabila Anda merasa stres dan depresi, jadikanlah shalat dan sabar untuk memperoleh ketenangan. ”Orang yang dapat mengendalikan diri itu merupakan orang yang sehat mentalnya sebab peperangan terbesar bagi manusia itu adalah perang melawan hawa nafsu,” tutur Dadang.

Puasa dapat berarti menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkannya dengan niat yang tulus karena Allah SWT. Itu karena puasa berfungsi sebagai penyucian, pembersihan, dan penjernihan diri dari kebiasaan-kebiasaan yang jelek dan akhlak tercela. Puasa juga dapat untuk melatih kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional.

Kepribadian manusia diumpamakan seperti fenomena gunung es. Hal itu karena bagian permukaan gunung saja yang dapat terlihat, sedangkan bagian dasarnya tidak terlihat. Secara psikologis, manusia mempunyai id, ego, dan superego. Dengan demikian, tidak ada seseorang yang mengetahui secara utuh seseorang lainnya karena yang diketahuinya secara parsial.

Jika dilihat dari kedudukannya, id merupakan nafsu manusia yang muncul sebagai dorongan yang tak tampak dalam diri manusia. Ego berfungsi menyeimbangkan antara id dan superego, sedangkan superego merupakan kontrol manusia atau sesuatu yang dapat menahan manusia melakukan tindakan-tindakan yang dilarang oleh agama.

Id bisa diumpamakan sebagai nafsu, sedangkan superego merupakan iman manusia (puasa) atau bisa berupa tatanan moral, norma, dan etika. Hal itu karena ada nilainilai yang boleh dilakukan oleh manusia dan ada nilai-nilai yang dilarang terkait halal dan haram.

Puasa yang dilakukan manusia diharapkan mampu difungsikan untuk mengendalikan diri dari ‘id’ yang berupa dorongan-dorongan naluriah dalam diri manusia, seperti rasa lapar, haus, dan kebutuhan biologis lainnya. Seseorang bisa mengendalikan “id” dengan membiarkan “superego” menguasai diri. Hal itu bisa dicapai dengan sikap iman, Islam, dan ihsan.

Dadang menjelaskan, kebiasaan berpuasa harus ditanamkan sejak balita sesuai dengan kemampuannya karena dengan kebiasaan ini akan tertanam nilai-nilai tersebut dalam dirinya. Anak-anak akan mencontoh perilaku yang dicontohkan oleh orang tuanya. Nilai-nilai keteladanan itu akan membekas


Republika.co.id